Prodi Pendidikan Matematika FTK UIN Sunan Gunung Djati Bandung Laksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat melalui Workshop Kurikulum Berbasis Cinta di MTsN 5 Majalengka

Majalengka, 14 Agustus 2026 — Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK), UIN Sunan Gunung Djati Bandung melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di MTsN 5 Majalengka melalui kegiatan “Workshop Kurikulum Berbasis Cinta: Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artificial”. Kegiatan dilaksanakan pada Jumat, 14 Agustus 2026, bertempat di Aula MTsN 5 Majalengka.
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi Prodi Pendidikan Matematika FTK UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam mendukung peningkatan kompetensi pendidik, khususnya dalam menghadapi transformasi pembelajaran di era digital sekaligus memperkuat pendidikan yang berorientasi pada nilai dan pembentukan karakter peserta didik.
Workshop menghadirkan tiga narasumber, yaitu Dr. Iyon Maryono, M.PMat., Dr. Hj. Wati Susilawati, M.Pd., dan Dr. H. Asep Jihad, M.Pd. Kegiatan dipandu oleh Dr. Riva Lesta Ariany, M.Pd. sebagai moderator.
Kegiatan juga mendapat dukungan dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim., memberikan sambutan sekaligus penguatan mengenai pentingnya implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dalam pendidikan madrasah.
Dalam sambutannya, beliau menjelaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta tidak hanya dimaknai sebagai perubahan pada perangkat atau dokumen kurikulum, tetapi sebagai penguatan paradigma pendidikan yang menempatkan nilai cinta, kasih sayang, kepedulian, dan pembentukan karakter sebagai bagian integral dari proses pembelajaran.
Penerapan Kurikulum Berbasis Cinta diarahkan untuk membangun peserta didik yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga memiliki karakter, empati, kepedulian sosial, serta kesadaran spiritual. Nilai-nilai tersebut diwujudkan melalui Panca Cinta, yaitu cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya, cinta ilmu, cinta lingkungan, cinta diri dan sesama manusia, serta cinta tanah air.
Dalam implementasinya, nilai-nilai Panca Cinta diharapkan tidak hanya disampaikan sebagai materi, tetapi diintegrasikan dalam proses pembelajaran dan kehidupan sehari-hari di lingkungan madrasah. Dengan demikian, madrasah dapat menjadi ruang pendidikan yang aman, nyaman, humanis, dan menyenangkan bagi peserta didik.
Menariknya, workshop ini menghubungkan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dengan pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI). Integrasi tersebut menjadi penting di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat. Pemanfaatan teknologi dalam pendidikan perlu diiringi dengan nilai-nilai etika, tanggung jawab, kreativitas, dan kemanusiaan.
Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh wawasan mengenai bagaimana teknologi, khususnya koding dan kecerdasan artifisial, dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari inovasi pembelajaran tanpa mengesampingkan nilai-nilai karakter. Dengan pendekatan tersebut, teknologi tidak hanya dipandang sebagai alat bantu pembelajaran, tetapi juga sebagai sarana untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Program PkM ini sekaligus menjadi wadah sinergi antara perguruan tinggi, madrasah, dan Kementerian Agama dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan. Prodi Pendidikan Matematika FTK UIN Sunan Gunung Djati Bandung berupaya mengambil peran melalui transfer pengetahuan, penguatan kompetensi pendidik, serta pengembangan inovasi pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para pendidik di MTsN 5 Majalengka dapat mengimplementasikan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta dalam pembelajaran sekaligus mengembangkan pemanfaatan koding dan kecerdasan artifisial secara kreatif, bijak, etis, dan bertanggung jawab.
Kegiatan tersebut menegaskan komitmen Prodi Pendidikan Matematika FTK UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk terus menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui program pengabdian yang mengintegrasikan pendidikan, inovasi pembelajaran, teknologi, dan penguatan karakter.
Dengan demikian, Program Pengabdian kepada Masyarakat ini tidak hanya menjadi ruang berbagi pengetahuan, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam membangun ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus tetap berakar pada nilai-nilai cinta dan kemanusiaan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *